Gender dan jenis kelamin merupakan dua hal yang berbeda. dua hal ini sering disalahpahami. Perlu diketahui bahwa jenis kelamin atau seks merupakan perbedaan biologis yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Sedangkan gender merupakan perbedaan peran laki-laki dan perempuan yg dipengaruhi oleh konstruksi sosial. Menurut Mansour Fakih peran pada individu dapat saling dipertukarkan antara cara laki-laki dan perempuan bersikap. Gender juga tidak bersifat kodrati, dapat berubah dan dapat dipertukarkan pada manusia satu ke manusia lainnya tergantung waktu dan budaya setempat. (Barker, 2008:) . Gender dapat diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan ditinjau dari segi nilai dan tingkah laku. Ini berarti perbedaan sikap dan tingkah laku pada jenis kelamin merupakan rekayasa masyarakat atau konstruksi sosial. Sebagaimana pendapat Mansour Fakih mengenai gender Bahwa gender dapat dipertukarkan sifatnya. Saya setuju dengan pendapat ini karena keprib...
Selamat datang di label review buku ngawur ala Ais. Kali ini saya akan memberikan ulasan saya terhadap novel yang berjudul "Norwegian Wood" karya Haruki Murakami. Saya tertarik membaca karya Murakami dikarenakan karya yang satu ini banyak direkomendasikan teman-teman komunitas. Bahkan, katanya "Norwegian Wood" pasti ada di setiap rumah di Jepang. Akhirnya saya memutuskan menghabisi lembar demi lembar "Norwegian Wood". Menceritakan kisah Watanabe 37 tahun, sang tokoh utama yang terbang ke masa 18 tahun silamnya di Tokyo. Norwegian Wood yang menjadi judul novel ini merupakan lagu dari The Beatles yang membuat otak Watanabe terbang ke masa 18 tahun silam. Tokyo merupakan tempat Watanabe kuliah, di sana ia menetap di asrama satu kamar dengan Kopasgat si fasis yang cinta kebersihan nan konyol. Kehadiran kopasgat sungguh lucu, tetapi belum mampu membuat saya tertawa. Selain itu di asrama, Watanabe berteman dekat dengan Nagasawa-san, senior Watanabe yang sem...
Tiba Sebelum Berangkat merupakan karya yang masuk ke dalam posisi lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2018. Ditulis oleh Faisal Oddang dan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun yang sama. Novel ini menceritakan sejarah pembantaian para bissu pada tahun 1950-an di Sulawesi Selatan. Kisah dibuka dengan kepiluan yang dialami seorang tahanan bernama Mapata. Mapata merupakan salah satu warga suku bugis asli serta seorang mantan bissu. Dia ditahan oleh oknum yang memberantas penganut kepercayaan selain dari yang diakui oleh undang-undang. Oknum tersebut menuding Mapata terlibat dalam pemberontakan tahun 1950. Selama ditahan Mapata melewati proses interogasi yang sadis dan memilukan. Melalui interogasi tersebut Mapata mengisahkan kembali masa lalunya serta konflik panas yang terjadi di tahun 1950. Di mana pada waktu itu terjadi pemberontakan oleh DI/TII yang ingin mendirikan negara Islam. Saat itu dipimpin oleh Kahar M...
Comments
Post a Comment